Header Ads

Sejarah Firdaus Society


Firdaus Society didirikan oleh Akhmad Randi, SE, M.Pd pada tanggal 12 Juli 2013 di Malang Jawa Timur. Semula komunitas penyantun anak yatim ini beliau beri nama Emge Firdaus karena mengikutsertakan komunitas Emge yang juga didirikannya. Beliau berinisiatif dan mengajak para mahasiswa yang kuliah di Kota Malang untuk bersedekah minimal Rp.10.000 per bulan dan menyerahkannya ke panti-panti asuhan di wilayah Malang Raya dalam bentuk sembako.

Namun, kegiatan tersebut hanya sempat terlaksana sebanyak 4 kali penyerahan bantuan ke panti-panti asuhan di Kota Malang. Hal ini dikarenakan kurang seriusnya sebagian pengurus dan donatur dalam menyantuni anak yatim. Akibatnya, kegiatan ini vakum selama hampir setahun.

Selama itu, tentu saja banyak pihak yang menanyakan dan menyayangkan kondisi tersebut. Hingga pada bulan Desember 2014, atas desakan dan semangat dari berbagai pihak, termasuk para mahasiswa dan donatur tetap sebelumnya, beliau kembali mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyantuni anak yatim. Beliau kemudian memberi nama Firdaus Society yang berarti "Masyarakat Firdaus". Beliau sendiri pula yang membuat logo, membuat perangkat internal dan sosial media, serta memilih pengurus Firdaus Society.

Firdaus adalah nama syurga tertinggi dalam ajaran agama Islam. Nama tersebut digunakan sebagai pengingat sabda Rasulullah Saw bahwa beliau akan bersama dengan orang-orang yang menyantuni anak yatim di akhirat kelak, yakni di syurga paling elit, Firdaus (Eden). Sedangkan Society berarti masyarakat, karena donatur adalah masyarakat luas dari berbagai kalangan. Sekaligus pengingat bahwa para anak yatim juga adalah anggota masyarakat. Firdaus Society dapat pula diartikan sebagai masyarakat calon penghuni Syurga Firdaus, bertetangga dengan Rasulullah SAW.

Firdaus Society kembali melakukan kegiatan menyantuni anak-anak yatim di wilayah Kota Malang sejak Januari 2015 dengan semangat baru dan hasil evaluasi dari kegiatan sebelumnya. Kegiatan Firdaus Society kembali sempat beberapa kali vakum dikarenakan menurunnya semangat beberapa pengurus yang diserahi tanggung jawab. Namun, sejak Mei 2017 dan dengan pengurus baru kegiatan menyantuni anak-anak yatim di wilayah Malang Raya kembali beraksi.

Untuk menjadi penyantun tetap Firdaus Society tidaklah sulit. Cukup hanya dengan bersedekah minimal sebesar Rp.10.000 kepada anak-anak yatim setiap bulannya. Santunan juga dapat berupa barang yang dibutuhkan oleh anak-anak yatim seperti peralatan sekolah, pakaian layak pakai, sembako, dan sebagainya. Santunan dapat pula dalam bentuk menyuplai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), hiburan, dan membantu publikasi dalam kegiatan menyantuni anak yatim.

Mari bersama menyantuni anak-anak yatim dengan ikhlas dan berharap ridho dari Allah SWT. Sebagian harta yang kita miliki adalah hak mereka. Semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang tega memakan hak anak-anak yatim di antara harta yang dimilikinya. Amin...

Semoga dengan ijin dan ridho Allah SWT, Firdaus Society dan para penyantun anak yatim dapat melaksanakan visi misinya dan tujuannya untuk menyantuni anak yatim, khususnya di wilayah Kota Malang. Amin...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.